Senin, 20 Juli 2009

Adab Berpakaian Menurut Islam

Di dalam Islam ada garis panduan tersendiri tentang adab berpakaian (untuk Laki-laki dan Wanita) yaitu:

1. Menutup aurat

AURAT Laki-laki menurut ahli hukum adalah dari pusat hingga ke lutut. Aurat Wanita adalah seluruh anggota badannya, kecuali wajah, tapak tangan dan tapak kakinya. Rasulullah SAW bersabda : “Paha itu adalah aurat.” (Bukhari)

2. Tidak menampakkan tubuh

PAKAIAN yang jarang sehingga menampakkan aurat tidak memenuhi syarat menutup aurat. Pakaian jarang bukan saja menampakkan warna kulit, juga dapat merangsang nafsu orang yang melihatnya.

Rasulullah SAW bersabda : “Dua golongan ahli neraka yang belum pernah aku lihat ialah, satu golongan memegang cemeti seperti ekor lembu yang digunakan bagi memukul manusia dan satu golongan lagi Wanita yang memakai pakaian tetapi telanjang dan meliuk-liukkan badan juga kepalanya seperti bonggol unta yang tunduk.

Mereka tidak masuk syurga dan tidak dapat mencium baunya walaupun bau syurga itu dapat dicium dari arak yang jauh.” (Muslim)

3. Pakaian tidak ketat

TUJUANNYA adalah supaya tidak kelihatan bentuk tubuh badan

4. Tidak menimbulkan riak

RASULULLAH SAW bersabda : “Siapa yang melabuhkan pakaiannya kerana perasaan sombong, Allah SWT tidak akan memandangnya pada hari kiamat.” Dalam hadis lain, Rasulullah SAW bersabda : “Siapa yang memakai pakaian yang berlebih-lebihan, maka Allah akan memberikan pakaian kehinaan pada hari akhirat nanti.” (Ahmad, Abu Daud, an-Nasa’iy dan Ibnu Majah)

5. Laki-laki dan Wanita berbeda

MAKSUDNYA pakaian yang khusus untuk Laki-laki tidak boleh dipakai oleh Wanita, begitu juga sebaliknya.

Rasulullah SAW mengingatkan hal ini dengan tegas melalui sabdanya : “Allah mengutuk Wanita yang meniru pakaian dan sikap Laki-laki, dan Laki-laki yang meniru pakaian dan sikap Perempuan.” (Bukhari dan Muslim)

Baginda juga bersabda : “Allah melaknat Laki-laki berpakaian Wanita dan Wanita berpakaian Laki-laki.” ?(Abu Daud dan Al-Hakim).

6. Larangan pakai sutera

ISLAM mengharamkan kaum Laki-laki memakai sutera. Rasulullah SAW bersabda : “Janganlah kamu memakai sutera, sesungguhnya orang yang memakainya di dunia tidak dapat memakainya di akhirat.” (Muttafaq ‘alaih)

7. Melabuhkan pakaian bagi Wanita

CONTOHNYA seperti kerudung atau jilbab yang seharusnya dipakai sesuai kehendak syaraiat yaitu menutupi kepala dan rambut, tengkuk atau leher dan juga dada. Allah berfirman : “Wahai Nabi, katakanlah (suruhlah) isteri-isteri dan anak-anak perempuanmu serta perempuan-perempuan beriman, supaya mereka melabuhkan pakaiannya agar menutup seluruh tubuhnya (sewaktu mereka keluar); cara yang demikian lebih sesuai untuk mereka dikenal (sebagai perempuan yang baik-baik) maka dengan itu mereka tidak diganggu. Dan (ingatlah) Allah adalah Maha Pengampun dan Maha Penyayang.” ?(al-Ahzab:59)

8. Memilih warna sesuai

CONTOHNYA warna-warna lembut termasuk putih kerana ia nampak bersih dan warna ini sangat disenangi dan sering menjadi pilihan Rasulullah SAW. Baginda bersabda bermaksud: “Pakailah pakaian putih kerana ia lebih baik, dan kafankan mayat kamu dengannya (kain putih).” (an-Nasa’ie dan al-Hakim)

9. Larangan memakai Emas dan Sutra bagi Laki-laki

TERMASUK dalam etika berpakaian di dalam Islam adalah barang-barang perhiasan emas seperti kalung, cincin dan sebagainya.

Bentuk perhiasan seperti ini umumnya dikaitkan dengan Wanita namun pada hari ini banyak kaum Laki-laki yang cenderung untuk berhias seperti Wanita sehingga ada yang sanggup memakai subang dan kalung.
Semua itu bertentangan dengan hukum Islam. Rasulullah s.a.w. bersabda : “Haram kaum Laki-laki memakai sutera dan emas, dan dihalalkan (memakainya) kepada wanita.”

Demikian diantaranya adab berpakai sebagai Muslim dan Muslimah, semoga bermanfaat.

Aisha Hanania

0 Yorum var:

 


Design by: Blogger XML Skins | Distributed by: Blogger Templates | Sponsored by Application Monitoring